Nah, ini yang terakhir dari serangkaian perjalanan kali ini, Bangkok a.k.a KRUNG THEP or kepanjangannya Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Yuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit (กรุงเทพมหานคร อมรรัตนโกสินทร์ มหินทรายุธยามหาดิลกภพ นพรัตน์ราชธานี บุรีรมย์อุดมราชนิเวศน์มหาสถาน อมรพิมานอวตารสถิต สักกะทัตติยะวิษณุกรรมประสิทธิ์). Konon ini adalah nama ibukota terpanjang di dunia (stujuuuu…). Mengenai sejarah, arti nama, demografi, dll tentang ibukota Thailand ini bisa dibaca di sini
Perjalanan dari Pattaya ke Bangkok, kita teuteup naek bis. Kali ini, peserta banyak yang bobo (maklum, kita abis makan siang soalnya hehehe…), so ga terasa, nyampe lah kita di hotel tempat kita menginap di Bangkok, Grand Mercure Fortune. Hotel yang tepat berada di pintu keluar BTS Phra Ram 9 (=baca Phra Ram Kao)ini menyambung dengan beberapa mall,meski bukan kategori mall yang cukup gede, yakni, Fortune Town IT Mall n Tesco Supermarket. Pas waktu kita datang, di depan Fortune Mall pas ada acara seperti bazaar (menyambut lebaran kaliii…——>gak kok, ini cuman tebakan doank…)yang diadakan tiap jam 10.00 pagi sampe 10.00 malem. Bazaar menyediakan jajanan khas Thai, maupun masakan lokal. Juga ada sedikit stand yang menjual kaos, baju fashion, tas, dll. Lumayan, sempet njajan juga di sini, (ditraktir lagi…hihi^^v), sejenis kue martabak manis yang dalamnya kelapa muda ditaburi gula, enaak (sampe kangen sekarang)…

kamarku@ Grand Mercure Fortune Bangkok, tapi yang twin (sory, ga dapet gambarnya)

tempatku ber-brekkie ria...
*taken from: www.agoda.com
Satu jam setelah check in, kita dinner di Royal Dragon Restaurant. Resto ini masuk di Guinness Book of Record sebagai resto terluas di dunia. Pelayan-pelayan pake seragam a la china, tapi pakai rollerblade, keren ya…Trus ada atraksi juga, berkostum ala pangeran, pake rollerblade, bawa panci ala steamboat yang dikasi dry ice, trus naek flying fox. Keren ya…(daritadi kereeen mulu…). Cuman satu, ada yang ga bikin keren, flying foxnya ada suara kayak mobil yang gigi persnelingnya kurang naek gitu hihihihi…(yaiya laa, orang naeknya flying fox, kalo bisa ganti gigi, dijamin penonton malah ngakak laaah). Rata-rata peserta puas dengan makanan di resto ini, selain atraksi tadi, juga ada panggung kebudayaan tari-tarian tradisional Thai. Waktu rombongan lagi bersantap, yang sedang ditarikan adalah cuplikan dari legenda Ramayana (ada Hanoman, Shinta, dan Rama, jadi teringat kampung halaman…)

Royal Dragon Restaurant

Pelayan-pelayan dalam kostumnya. Yang paling depan itu yang naek flying fox.
*taken from: www.royaldragon.com
Puas bersantap n berfoto-foto, malam ini lanjut ke tempat shopping berikutnya Suan Lum Night Bazaar. Untuk keterangan tentang how to get there, location, dll bisa diklik di link tersebut sebelumnya. Di lokasi shopping yang buka sampe tengah malam ini terbagi menjadi beberapa section, dari section makanan (ada cafe-cafe,dll), trus furniture, handicraft, n fashion. Bus parkir kurang lebih 500m dari pasar. Toilet ada di satu lokasi, di samping Doitung Cafe. Dari semua toilet di Thailand yang aku mampirin kali ini, toilet di sinilah yang standardnya kurang. But, it’s okay, air masih mengalir deras, ada wastafel n sabun ^^. Suasana pasar seperti layaknya pasar malam dimana mobil dilarang masuk, n bagi yang suka belanja blusukan (= masuk-masuk ke tempat-tempat terpencil), di sini tempatnya. Banyak skali kios yang letaknya terpencil, tapi unik penataannya. Untuk barang-barang fashion, harganya lebih murah daripada di tanah air, tapi masih lebih murah di Chatucak. Sayangnya kali ini kita cuman ke Suan Lum Night Bazaar n MBK (untuk shoppingnya).

Suan Lum dari arah tempat parkir bis (tiang Suan Lum), toilet belok kiri...

Doitung Cafe@ Suan Lum Night Bazar, tempatku menunggu peserta belanja. Kopinya enyaakk...
Sepulang dari Bangkok, karna masih teringat rasa kopi DoiTung yang enyaak, aku browsing-browsing di sini. I found lots of wonders di balik kopi Doi Tung. Ternyata kopi yang dipanen dari dataran Doi Tung ini dipanen dari ex-ladang opium. Project ini diprakarsai oleh Ibu Suri Ratu, Putri Srinagarindra, dibawah Mae Fah Luang Foundation. Jadi organisasi ini didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Doi Tung. Keren…so, everybody, boleh dong kalo ke Suan Lum, mampir sejenak untuk ngadem n beli kopi. Itung-itung kita bantu masyarakat daerah Doi Tung. *berharap& berdoa suatu saat di Indonesia juga ada organisasi-organisasi seperti ini*
Jadwal hari terakhir di Bangkok justru merupakan inti dari kunjungan kali ini, coz kita akan mengunjungi The Grand Palace, yang juga satu lokasi dengan Wat Phra Kaew a.k.a The Emerald Budha Temple.Harap memakai pakaian sopan untuk cewek (tidak memakai singlet atau celana pendek, begitu juga pria). Tapi kalo udah terlanjur, bisa pinjem kain dan kemeja (kemeja warna abu-abu gelap). Sandal kali ini sudah diperbolehkan untuk masuk. Untuk toilet di Grand Palace, letaknya tepat sebelum pintu masuk di sebelah kiri. Rada antri untuk toilet, namun dijamin kebersihannya. Sebelum masuk benar-benar disarankan untuk ke toilet dulu, karna sepanjang perjalanan (yang mana terasa panas menyengat, meski udara mendung) tidak terlihat ada toilet laen. Sebelum masuk ke Kuil Emerald Budha, harap melepas sepatu di tempat yang sudah disediakan, dijamin ga ada yang ilang kok…hehe.
Keluar dari kompleks Grand Palace, kita jalan sebentar untuk naek boat menuju Wat Arun atau Temple of the Dawn. Letak pangkalan boat tidak terlalu jauh dari Grand Palace, melalui sebuah pasar.

Pintu Masuk pasar menuju boat terminal sebelom ke Wat Arun, ada 7-Eleven di sebelah kiri kita nanti
Untuk belanja oleh-oleh barang traditional seperti kaos yang ada tulisan Thailand, sarung bantal,gantungan kunci, hiasan/gambar gajah dari pernak-pernik, di Wat Arun tempatnya. Tetap harus menawar yaa, tapi harga turunnya ga terlalu banyak. Meskipun begitu, di sini harga paling murah. Waktu di boat, boleh beli roti buat kasih makan ikan-ikan yang endut-endut penghuni Chao Phraya, siapa tahu beruntung bertemu ikan albino.
Dari Wat Arun, perjalanan dilanjutkan menuju Wat Pho atau Reclining Budha. Sama halnya dengan di Emerald Budha, sebelum memasuki area, kita diharuskan membuka alas kaki, dan dititipkan di rak-rak yang sudah disediakan. Di dalam, kita bisa beli koin, dan dimasukkan ke mangkuk-mangkuk biksu, yang dimaksudkan buat derma. Beda dengan yang pernah aku kunjungi di Penang, Reclining Budha yang di Bangkok ini memang lebih megah.
Sorenya, bener-bener last stop di Bangkok, menuju MBK (Mah Boon Krong), mall sejenis Mangga Dua, Jakarta atau Pasar Atom di Surabaya. Komplek MBK ini berhadapan juga dengan komplek Siam Discovery, Siam Center, Siam Paragon, n Siam Square. Jadi, bener-bener puas kaki melangkah untuk cuci mata. Untuk di daerah shopping ini ga ada saran atau tips khusus. Karena hampir sama dengan tempat-tempat belanja yang sudah disebutkan di atas tadi.
Sepulang dinner, sampai di hotel masih jam 08.30 pm, so peserta “lanjut” ke mall sebelah. Ada pengalaman lucu waktu aku ke Tesco Supermarket, ada turis bule yang tiba-tiba nyegat, trus nanya..
Tourist (t): Do you speak English?
Me (m): yes…
T: do you know where energy drinks are?
M: well, i do speak english, but i’m also tourist, sorry, have no idea...(dalem ati: apa muka gua muka Thailand ya?cantik mana sama bencong???kkkk???)…
Okay, see you on my next trip…

Posted by
at 4:33 PM under

Hi! I'm Katrin. Welcome to my website. As a secretary, coffee addicts, natural born traveller, pure sanguinist, hello-kitty fans, writers, and a newbie fan of photography, you will find how simple yet lovely my life is.Well, I just embrace the life...
Royal Dragon Restaurant. Resto nya keren gitu ya, gpp pake rollerblade,lah wong luas..bayangkan kalo restonya kecil pake rollerblade bisa jatuh or kalo ga bisa rem bisa nabrak tembok…wkwkwkwk
btw, gimana thai soup alias tom yam nya? delicious kan? yummy? i luv it
fotonya Grand Palace koq engga ada? yang terbuat dari emas itu kan atapnya? dan patoeng buddhanya?
Hihihi…bayangin waiternya nabrak tembok (ups sorriii)…
Grand Palace, fotonya dibuka aje di linknya…idem buat Emerald Budha, Wat Arun…okaay…
hai.saya baru nak ke bangkok,tapi nak tanya awak,di bangkok betul ke murah cam orang cakap.kalau bawak rm400.00
apa kita boleh beli kat sana….hurm…saja tanya awak,awak dah pergi
@mia: hai mia,salam kenal…yang perlu diketahui dahulu,awak berapa lama nak pesiar@bangkok?,RM. 400 itu diluar tiket pulang-pergi dan akomodasi kah?. Kalau di luar uang tiket pulang-pergi dan akomodasi, selama 4d/3n, untuk makan dan transportation,saya kira cukup. Tapi, kalau masih nak shopping,kayaknya kurang deh…^^