I always want to write down this category…So, here is my journey and ada beberapa notes yang mungkin berguna buat yang mau jalan ke sono…
Setelah semuanya okay (baca: peserta sudah kumpul semua di bandara, this time was Juanda International Airport, Surabaya, n semuanya sudah check-in), kita masuk ke badan pesawat Royal Brunei.
Ups, kali ini ada delay sekitar sejam (kita nunggunya di dalem pesawat) and begitu juga waktu mau landing di Bandar Seri Begawan (BWN). Karena ujan, jadi pesawat meleset sejam dari jadwal, total, kita kena delay 2 jam. Guide lokal di bwn udah cekot-cekot nunggunya, tapi, “it’s okay, sometime it happens, in this kind of weather”, gitu katanya. Kita langsung diajak dinner di tepi sungai yang menghadap Kampong Ayer.(Itu bacanya : Kampong Aer lho). Nama restonya Portview, trus resto ini juga serve pizza (ada peserta yang take-away hihihi). Lumayan deh, kita maem shabu-shabu, jadi perut agak anget stelah ampir 5 jam di pesawat. As usual, tour leader maem bareng guide lokal n sopir. Nice chit-chat back then. Sopirnya namanya mr. Rohman, aslinya orang Filipina, trus guide lokal namanya mrs. Seri. Kita maem dengan ditemani suara jetski yang mondar-mandir, coz kata mrs. Seri, orang yang tinggal di Kampong Ayer, banyak yang kerja di pusat kota (area tempat kita dinner). Jadi, di depan resto banyak mobil-mobil yang di parkir milik penduduk Kampong Ayer.
*photo taken from Jayden Photography & Blog
Setelah dinner, kita otw ke hotel di Grand City Hotel, transit hotel, complimentary dari Royal Brunei. Semua sudah lelah, so peserta langsung masuk kamar n bobok. Sedikit review ttg Grand City hotel. Penampilannya standard untuk transit hotel. Cuman yang musti dijadikan note, breakfast bukan buffet seperti biasa, jadi buat yang in a hurry mau catch flight, musti agak pagian (distance Grand City ke airport kurang lebih 10 menit). Oiya, ditulisnya jam 07.00 sudah mulai serve breakkie, tapi agak nelat-nelat gitu ternyata. So, kita musti kasi breakfast voucher ke pelayan n dicatat order kita, trus kita nunggu 15-20 menitan, baru order kita dateng. Well, i skip breakfast here. Resto tempat kita breakfast AYAMKU. Di lantai 1 juga ada minimarket, namely AYAMKU juga. Cute!. Sekitar hotel juga banyak toko-toko yang sayangnya buka jam 10 pagi n tutup jam 10 malem. Jadi, rombonganku came too late, n checked out too early for the shopping area. One more thing yang mungkin perlu diperhatiin orang-orang yang mau catch flight (especially tourleader), morning callnya agak telat. So, waktu itu aku telponin satu-satu pesertanya setelah lewat 10 menit dari yang semestinya. Eh, ampir 25 menit dari order kemaren malemnya, baru deh kita dapet morning call.
*photo taken from bruneibay.net
But, it’s okay…kita ada city tour, jadi kita jalan ke James’ Asr Hassanil Bolkiah Mosque, Royal Regalia Museum, and karena peserta ku pengen beli suvenir dari Brunei Darusallam, mrs. Seri dengan baek hatinya ngajak kita ke toko kelontong yang udah buka jam 8 pagi, so kita diajak ke Happy Star. Yah, sayang banget ada sedikit kesalahan teknis di laptop, jadi semua foto musti diambil dari sumber luar. Semuanya lumayan enjoy waktu di Bandar Seri Begawan. Aku lumayan kaget juga waktu nanya Mrs. Seri, kalo misal kita naek mobil dari ujung timur ke ujung barat Brunei kira-kira butuh waktu berapa lama, n dia jawab,”kira-kira an hour or an hour and a half, tergantung juga kondisi jalan, macet karena weekend atau tidak, tapi di sini jarang sekali macet”. Ehm, ya iyalah, penduduknya total 380.000 jiwa doang lho. Hebattt. Berikut gambar dari James Mosque diambil dari blog the cube
Di bawah ini foto dari Royal Regalia Museum diambil dari travelblog.org Sedikit tentang museum ini, sebelum masuk, kita musti melepas sepatu dan menyimpannya di rak. Begitu masuk, ada display yang boleh dibuat foto, selebihnya sudah dilarang. Jadi, saranku, begitu masuk museum ini, titipin aja dulu tas (termasuk kamera, handycam, handphone) di loker yang udah disediakan, trus masuk untuk melihat koleksi museum ini. Isi museum ini adalah mostly tentang Sultan Hassanal Bolkiah. Ada foto-foto beliau dari kecil sampai sekarang, peralatan-peralatan yang dipakai beliau, prosesi pelantikan dan barang-barang yang dipakai waktu pelantikan, dan juga hadiah-hadiah dari negera sahabat. Menurut mrs. Seri, kita beruntung datang pada waktu mahkota yang dipakai Sultan sudah dipajang di Royal Regalia. Mahkota seberat 2,5kg tersebut seluruhnya terbuat dari emas (ehm, ehm, ehm…)…

Foto dari bagian museum yang boleh difoto. Kereta ini dipakai pada saat arak-arakan penobatan Sultan Hassanal Bolkiah th. 1968
Akhirnya tiba saatnya menuju ke Brunei International Airport, untuk penerbangan menuju Bangkok. Airportnya ga terlalu besar. Tempat belanja juga kurang. Yang lumayan, masih ada counter Coffee Bean. Waktu aku n rombongan dateng, ga seramai foto di bawah ini.

Ini dia foto Brunei International Airport. Sayang ga ada foto Coffee Bean-nya (tempat aku spent money satu-satunya di sono)
*photo taken from the cube
Okay, to be continue on Pattaya-Bangkok journey…

Posted by
at 9:49 PM under




Hi! I'm Katrin. Welcome to my website. As a secretary, coffee addicts, natural born traveller, pure sanguinist, hello-kitty fans, writers, and a newbie fan of photography, you will find how simple yet lovely my life is.Well, I just embrace the life...
haaaiii, mau mauuu dong…pengen juga ke brunei someday..
)
aku tunggu lanjutannya yaaa…’
nanti kita pigi bareng yaa…smoga sblom “jadi spesialis” kita dah isa pigi…stujuuuhhh???